Langsung ke konten utama

Biografi Hasan Tiro (Wali Nanggroe Aceh)

Nama Lengkap: Teungku Hasan Muhammad di Tiro
Tanggal Lahir: 25 September 1925
Tempat Lahir: Pidie, Aceh
Wafat: Banda Aceh, 3 Juni 2010

Hasan Tiro lahir pada tanggal 25 September 1925. Dia pernah menjadi pejabat negara di masa Orla. Dia memproklamasikan kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976. Dia berjuang untuk Aceh merdeka dari Swedia sejak 1979 dan menjadi warga negara setempat. Di usia tuanya, Hasan memutuskan pulang kampung dan memutuskan melepas paspor Swedianya.

Lelaki kelahiran Pidie, Provinsi Aceh, 25 September 1925 ini sempat mengasingkan diri di Stockholm, Swedia sejak 1976. Ia kembali ke Aceh setelah penandatanganan kesepakatan damai RI-GAM di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Hasan Tiro resmi menjadi Warga Negara Indonesia terhitung Rabu (2/6), satu hari setelah dirayakannya Hari Lahirnya Pancasila berdasar Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 silam.

Hasan Tiro menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) [03/06/2010] Banda Aceh pukul 12:15 WIB, karena menderita infeksi paru-paru dan jantung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teuku Cut Ali "Pejuang Dari Aceh Selatan"

T euku Cut Ali dilahirkan di Desa Kuta Baro, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, tahun 1795. Ayahnya, Teuku Cut Hajat, ibunya Nyak Puetro. Teuku Cut Ali, salah satu keturunan Raja Trumon. Kakeknya, Teuku Nyak Dhien, Raja keenam yang pernah memimpi Kerajaan Trumon.Trumon, merupakan salah satu daerah termasyur dan makmur di Wilayah Aceh Selatan. Itu disebabkan, karena Kerajaan Trumon, merupakan sembilan dari kerajaan Aceh yang memiliki Cap Sikureng (Cap Sembilan). Trumon, mempunyai mata uang sendiri dan tidak saja diakui di Aceh, tapi juga dunia. Sejak kanak-kanak, Teuku Cut Ali, sudah memiliki bakat seorang pejuang. Itu, terlihat dari sikapnya yang tegas dan setia kepada teman. Teuku Raja Angkasah, merupakan teman akrab Teuku Cut Ali, mereka sama-sama berjuang melawan Belanda di medan perang. Saat usia 18 tahun, Teuku Cut Ali, sudah ikut berperang melawan Belanda. Beranjak usia 20 tahun, Teuku Cut Ali, dipercayakan menjadi Panglima Sagoe dan sejumlah pejuang Aceh...

SEJARAH KERAJAAN PEDIR (PIDIE)

Wilayah Kerajaan S ejarawan Aceh, M. Junus Jamil di dalam bukunya yang berjudul “Silsilah Tawarick Radja-Radja Kerajaan Aceh”, berisi tentang sejarah Negeri Pidie / Sjahir Poli. Kerajaan ini digambarkan sebagai daerah dataran rendah yang luas dengan tanah yang subur, sehingga kehidupan penduduknya makmur. Batas-batas kerajaan ini meliputi, sebelah timur dengan Kerajaan Samudra/Pasai, sebelah barat dengan Kerajaan Aceh Darussalam, sebelah selatan dengan pegunungan, serta dengan selat Malaka di sebelah utara. Sementara dalam kisah pelayaran bangsa Portugal, Mereka menyebut Pidie sebagai Pedir, Sedangkan dalam kisah pelayaran bangsa Tiongkok disebut sebagai Poli. Asumsinya, orang Tiongkok tidak dapat menyebut kata “Pidie” seperti yang kita ucapkan. Dalam catatan pelayat Tiongkok itu disebutkan, bahwa Kerajaan Pedir luasnya sekitar seratus kali dua ratus mil, atau sekitar 50 hari perjalanan dari timur ke barat dan 20 hari perjalanan dari utara ke selatan. Menurut M. Junus Jamil, Suku...

” Mars Rimbawan “

SERUAN RIMBA Hai Perwira rimba raya, Mari kita bernyanyi, Memuji hutan rimba, Dengan lagu yang gembira, Dan nyanyian yang murni, Meski sepi hidup kita, Jauh di tengah rimba, Tapi kita gembira sebabnya kita bekerja, Untuk nusa dan bangsa.  Rimba raya-rimba raya. Indah permai dan mulia Maha taman tempat kita bekerja (2X)  Rimba raya maha indah, Cantik molek perkasa, Penghibur hati susah, Penyokong nusa dan bangsa, Rimba raya mulia, Disitulah kita bekerja, Di sinar matahari, Gunung lembah berduri, Haruslah kita arungi, Dengan hati yang murni.  Rimba raya-rimba raya. Indah permai dan mulia Maha taman tempat kita bekerja (2X)  Pagi, petang, siang malam, Rimba kita berseru, Bersatulah, bersatu, Tinggi rendah jadi satu, Bertolonglah selalu, Jauhkanlah sikap kamu, Yang mementingkan diri, Ingatlah nusa bangsa, Minta supaya dibela, Oleh kamu semua.  Rimba raya-rimba raya. Indah permai dan mulia Maha taman tempat kita...